Berkomunikasi bukanlah sekedar memuntahkan ribuan kata. Berkomunikasi adalah seni meracik kata dengan rasa untuk menghasilkan cita rasa sorga.
Komunikator yang baik selalu berusaha menghidangkan ramuan kata-rasa yang baik agar si pendengar menikmati energi kegembiraan luar biasa. Coba bongkar kembali bongkahan memori, ketika kita mendengar si dia berkata, "Aku mencintaimu". Amati dampak kata-rasa ini. Hari itu aliran listrik kebahagiaan mengalir dari ubun-ubun sampai kaki. Saking gembiranya, tubuh ini terasa bersayap.
Jadi yang terpenting dalam berkomunikasi adalah bagaimana menyampaikan berita yang mendatangkan dampak positif dan konstruktif bagi pendengarnya. Apakah mendatangkan mudarat atau laknat.
Komunikasi mendatangkan mudarat bila perkataannya berbalutkan ayat. Akan menimbulkan laknat bila komunikasi diidentikkan dengan bersilat. Namanya saja silat kata, tentu ada yang dikalahkan dan dilukai. Anda memilih yang mana?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar