Suara Damai
Blog ini menyajikan tulisan dan reportase pelayanan Yayasan Damai Bagi Negeri dalam perjuangannya mewujudkan damai dengan menyentuh dunia di sekitar melalui tindakan kasih.
Selasa, 05 Januari 2021
Kamis, 29 Oktober 2020
Jumat, 09 Oktober 2020
Kamis, 16 Maret 2017
Ternyata Mereka Tidak Mengenal-Nya
Saban hari jutaan orang khusuk mencari Tuhan. Mereka ingin mengenal wajah-Nya. Tuhanpun berkenan menemui mereka.
Tuhan menangis! Mereka yang tekun mencari-Nya ternyata tidak mengenal wajah-Nya. Padahal setiap hari Dia menyapanya.
Bahkan ketika mereka lupa mencari-Nya, Dia tetap menjumpai. Lagi-lagi sang pecinta Tuhan itu tetap mengabaikan-Nya.
Sampai ajal itu tiba. Tatkala jenazah dilepas dengan lantunan doa. Yang lain menghipnotis dengan janji sorga. Tetapi.....
Di sana Dia berkata, "Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku."
Jumat, 03 Maret 2017
Home Sweet Home
Mengapa pernikahan yang berawal seperti puisi yang indah berakhir seperti telenovela yang ruwet? Karena tuan dan nyonya rumah sibuk membuat jala dan bukan membangun rumah. Keluarga sibuk mencari tangkapan daripada menciptakan hubungan. Isi rumah lebih penting dari pada suasana di dalam rumah.
Keluarga yang bijak berusaha mendirikan rumahnya setiap hari. Mereka membangun home bukan house. Hubungan bukan bangunan. Jalinan sayang bukan pintalan uang. Mereka sadar bahwa yang menyejukkan rumah bukanlah ac mahal tetapi kualitas hubungan keluarga.
Minggu, 26 Februari 2017
Uang
Uang
Untuk menternakkan uang dibutuhkan kepandaian. Untuk mencarinya diperlukan kejujuran. Untuk mengendalikannya dibutuhkan kekuatan rohani.
Uang akan menjadi setan bila didewakan; tetapi akan menjadi pelayan bila diarahkan bagi kemuliaan Tuhan.
Uang pada dasarnya hanyalah kertas dan logam biasa. Uang akan mendatangkan kerusakan atau kebaikan sangat tergantung pada pemiliknya.
Uang menjadikan orang bijak semakin arif, tetapi orang pandir semakin bodoh.
Jadilah tuan yang baik atas uang anda. Cairkan uangmu untuk meneteskan kebaikan.
Resep Tahan Lama
Berbohong memiliki kecepatan tempuh yang tinggi tetapi gampang rusak. Kejujuran memiliki ketahanan yang lama meskipun pelan.
Siapa yang mengemudikan hidup dengan cepat akan mengauskan mesin. Tetapi siapa yang memelihara hidup dengan kejujuran, segala yang dilakukan bertahan lama.
Kebohongan berorientasi pada masa kini dan di sini. Kejujuran melihat masa depan.
Untuk sesaat kebohongan memiliki hari ini tetapi kehilangan masa depan.
Kekayaan masa depan diwariskan kepada orang-orang jujur.
Kebohongan sepintas kayak harimau yang gagah. Tetapi lemah. Lain halnya dengan kejujuran. Ia seperti kuda yang bertenaga dan tahan lama.
Siapa yang memelihara kejujuran ia memiliki malaikat pengawal yang menyertai laku pemiliknya.
Kemanapun mereka pergi, mereka berkalungkan ketentraman, keselamatan dan masa depan.