Mengapa pernikahan yang berawal seperti puisi yang indah berakhir seperti telenovela yang ruwet? Karena tuan dan nyonya rumah sibuk membuat jala dan bukan membangun rumah. Keluarga sibuk mencari tangkapan daripada menciptakan hubungan. Isi rumah lebih penting dari pada suasana di dalam rumah.
Keluarga yang bijak berusaha mendirikan rumahnya setiap hari. Mereka membangun home bukan house. Hubungan bukan bangunan. Jalinan sayang bukan pintalan uang. Mereka sadar bahwa yang menyejukkan rumah bukanlah ac mahal tetapi kualitas hubungan keluarga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar