Kamis, 23 Februari 2017

Berkendaraan Penyesalan (lanjutan)

Berkiblat Ke Masa Depan

Memburai penyesalan tidaklah menguntungkan. Penyesalan haruslah dilihat dari sisi yang lain. Sejatinya penyesalan adalah bagian dari ritme hidup yang terfolder dalam kenangan. Ada kenangan manis tetapi juga ada kenangan pahit. Ada kisah keberhasilan namun juga ada cerita kegagalan. Keduanya membentuk pengalaman hidup.

Penyesalan akan menjadi penjara hidup bila pemiliknya berkiblat pada masa lalu. Merelakan diri disalibkan diantara dua penjahat yaitu penyesalan masa lalu dan ketakutan menghadapi masa depan.

Mereka yang mengalami kelumpuhan hidup selalu berorientasi pada kelaluan. Merasa sebagai pendosa besar, biang kerok, seorang pecundang, kesalahannya tidak terampuni, pencoreng muka keluarga dan masyarakat dst. Dengan memilih ini mereka meletakkan beban berton-ton di atas pundaknya. Menghukum diri dengan pasal hukum yang diciptakannya. Mematikan diri dengan tali yang dipersiapkan.

Sesungguhnya penyesalan merupakan energi pendorong yang mengemudikan penumpangnya ke terminal keberhasilan.

Sejarah dunia banyak digenangi oleh tokoh-tokoh hebat yang dahulunya terpuruk dalam kegagalan, penyesalan dan kehancuran. Bedanya, mereka berkiblat ke masa depan. Mereka bergerak maju. Mereka tidak tenggelam di pusaran penyesalan. Dengan bergerak berarti bertumbuh.

Ada perbedaan antara Petrus dan Yudas Iskariot. Mereka pernah mengalami kesalahan fatal dalam kehidupan. Yang membedakan adalah di quadran mana mereka berada. Petrus selepas penyesalannya bergegas menuju quadran masa depan. Mereka mengakui kesalahan dan menata ulang kehidupannya.

Sementara Yudas Iskariot mengukum diri dengan derita batin dan tali gantungan.

Berkendaraan Penyesalan

Dengan menetapkan penyesalan sebagai sumber energi pendorong, akan memudahkan memetakan jalan pertumbuhan.

Mulailah perjalanan dengan pengakuan. Mengutarakan secara jujur kepada Tuhan atas pelanggaran yang terjadi.

Dilanjutkan dengan pemberesan dengan orang-orang yang dirugikan. Pemberesan tidak membuat seseorang terhindar dari akibat perbuatan dosa. Rangkullah rasa sakit. Rasa sakit adalah suara di padang gurun yang membalikkan arah kita.

Hadapi kesalahan itu. Bertanggung jawablah atas akibat apapun yang kita lakukan. Percayalah bahwa Allah akan mendampingi dan menguatkan pada saat sulit seperti ini.

Separuh perjalanan sudah dititi. Sekarang tambah kecepatan. Anda memasuki kawasan penataan ulang hidup untuk melakukan sesuatu yang jauh lebih baik. Selamat menikmati energi penyesalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar