Minggu, 05 Februari 2017

Panjang Usus

Kesabaran dalam pemahaman Jawa dibahasakan secara simbolis "panjang usus". Pemilihan kata ini tepat. Secara anatomi, usus manusia bila ditarik garis lurus memiliki ketinggian sepohon kelapa.

Mengapa tidak ditempatkan tegak berdiri? Berbahaya! Manusia sesegera mungkin mengeluarkan apa dimasukkan. Usus yang panjang tersebut ditempatkan melingkar-lingkar agar semua yang masuk dicerna secara panjang, baru diambil saripatinya.

Itulah kesabaran! Segala peristiwa, situasi dan sikap orang dicerna, dipahami, disikapi dan ditimbang-timbang dengan matang. Mereka mampu mengambil saripati hikmah dan maknanya; serta mampu membuang sampah dan sumpahnya.

Kesabaran tidak seperti beo. Mengeluarkan dan mereaksi dengan cepat apa yang diterimanya. Juga bukan seperti sprite. Ketika dikocok berbusa-busa. Kesabaran bukanlah kepribadian yang temperamental dan emosional.

Kesabaran itu kerelaan menanggung derita ketika menghadapi kelemahan, kesalahan dan perlakuan orang lain. Tepatlah kalau dalam bahasa Inggris dikatakan long suffering. Rela menderita, bukan korban penderitaan. Orang yang seperti ini mampu memerangi pertarungan besar. Karenanya orang sabar disebut sebagai pahlawan yang berkalungkan kemenangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar