Kamis, 16 Maret 2017

Ternyata Mereka Tidak Mengenal-Nya

Saban hari jutaan orang khusuk mencari Tuhan. Mereka ingin mengenal wajah-Nya. Tuhanpun berkenan menemui mereka.

Tuhan menangis! Mereka yang tekun mencari-Nya ternyata tidak mengenal wajah-Nya. Padahal setiap hari Dia menyapanya.

Bahkan ketika mereka lupa mencari-Nya, Dia tetap menjumpai. Lagi-lagi sang pecinta Tuhan itu tetap mengabaikan-Nya.

Sampai ajal itu tiba. Tatkala jenazah dilepas dengan lantunan doa. Yang lain menghipnotis dengan janji sorga. Tetapi.....

Di sana Dia berkata, "Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku."

Jumat, 03 Maret 2017

Home Sweet Home

Mengapa pernikahan yang berawal seperti puisi yang indah berakhir seperti telenovela yang ruwet? Karena tuan dan nyonya rumah sibuk membuat jala dan bukan membangun rumah. Keluarga sibuk mencari tangkapan daripada menciptakan hubungan. Isi rumah lebih penting dari pada suasana di dalam rumah.

Keluarga yang bijak berusaha mendirikan rumahnya setiap hari. Mereka membangun home bukan house. Hubungan bukan bangunan. Jalinan sayang bukan pintalan uang. Mereka sadar bahwa yang menyejukkan rumah bukanlah ac mahal tetapi kualitas hubungan keluarga.