Ketenangan itu seperti burung yang bertengger di tetumbuhan tepian air terjun. Ia tidak bergeming dengan gemuruh air, karena ia tahu ranting itu cukup kuat menahan tubuh mungilnya. Banyak orang kehilangan kebahagiaan karena ketika gemuruh persoalan menerjang, mereka lari dari rumah ke rumah, dan dari orang ke orang. Ia berpikir dunia ini mau perang sehingga membutuhkan banyak dukungan. Sangkanya, dengan melakukan demikian akan melepaskan ganjalan hati.
Padahal tindakan tersebut justru akan menambahkan kobaran api. Kita akan memiliki ketenangan hati pada tingkat tertentu, bila kita kurang mengiri kemajuan orang; kurang terancam dengan keberhasilan orang lain; dan kurang tertekan dengan sikap orang lain. Belajarlah dari burung yang memilih tetap tenang. Karena ada TANGAN yang menyangga dan mengurus hidup kita.
Ketenangan itu seperti burung yang bertengger di ‘hantu sawah’. Dia tidak takut menginjak kepalanya, karena tahu kalau kehadirannya berarti undangan menikmati bernasnya padi.
Banyak orang kehilangan kebahagiaan karena berpikir hantu masalah akan menghancurkan hidupnya. Mereka berlari kesana kemari mengharap tuah. Bertenggerlah dengan tenang. Dalam masalah, anda sedang diundang menikmati pesta besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar