Ada perbedaan mendasar antara 'lebih baik' dengan 'lebih enak'. Harta banyak tentu lebih enak dibanding dengan sedikit harta. Makan daging pastilah lebih nikmat dibandingkan sayuran. Tetapi yang enak belum tentu lebih baik. Harta banyak itu menenangkan saraf. Tetapi bila karena harta, pemiliknya tidak mampu tidur nyenyak, pikirannya tersedak dan suasana keluarganya sesak; adakah sesuatu yang lebih baik di sana? Mereka memiliki tetapi tidak menikmati. Sebaliknya ada orang yang tidak banyak memiliki, tetapi menikmati kehidupan ini.
Lagian yang mengenakkan belum tentu menyehatkan. Lihatlah mereka yang memiliki gaya hidup enak. Pada suatu titik, mereka menjadi tumbal kegarangan dari gaya hidupnya. Pola hidup enak itu menimbun “lemak”. Pada suatu saat “gerombolan penyakit” diternak.
Ternyata kualitas jauh lebih baik daripada kuantitas. Gisi lebih penting daripada isi. Ketenangan lebih baik daripada kecemasan. Suasana kasih lebih menikmatkan daripada segudang hidangan. Kualitas waktu lebih baik daripada banyak waktu. Hubungan lebih penting dari pelayanan. Yang terpenting dalam kehidupan ini adalah pikirkan dan pilihlah semua yang benar, mulia, adil, suci, manis, yang sedap didengar, kebajikan dan patut dipuji.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar