Minggu, 29 Januari 2017

Memboosting Semangat

Ini kisah nyata tentang seorang penyanyi tenar yang bersuamikan seorang komposer lagu. Suaminya begitu ahli dalam tehnik menyanyi. Begitu ahlinya sehingga selalu saja dia menemukan apa yang harus dikoreksi ketika istrinya menyanyi.

“Bagian endingya kurang bagus”.

“Bagian ini terasa fals”.

“Terlalu banyak improvisasi sehingga lagu aslinya hilang”.

”Vibrasinya terlalu menyolok”. Seperti itulah makanan keseharian sang istri. Selalu salah di mata suami. Sampai akhirnya dia malas menyanyi .

Dalam perjalanan waktu, suaminya meninggal karena serangan penyakit. Lakon kehidupan wanita inipun berlanjut. Dia menikah lagi dengan pria tukang ledeng.

“Ma, suaramu sangat bagus. Saya bersyukur Tuhan memberikan suara emas kepada mama”, suaminya tidak menduga nyanyian kamar mandi sang istri begitu merdunya. Tak henti-hentinya kata pujian meluncur dari mulutnya. Istrinya tersipu.

Esok hari.

”Lho pa, jam segini kok sudah pulang ?”

“Saya mau mendengarkan suara mama. Pusing mendengar suara besi yang memekakkan telinga” . Sang istri mendapat suntikan semangat.

“Ma, mengapa mama tidak menyanyi lagi ?”

Semangat yang terkubur itu bangkit kembali. Dia terus berlatih dan berlatih . Dan sepanjang waktu itu suaminya terus memuji. Apa yang terjadi ? Wanita itu menjadi penyanyi paling terkenal di Eropa .

Charles Schwab mengatakan, “Saya belum pernah menemukan orang, yang tidak melakukan pekerjaan lebih baik dan berusaha lebih keras ketika ia didukung daripada ia dikritik”. Pujian itu memboosting kemampuan orang lain. Ia mengangkat siapapun yang didorong dan dipuji untuk mendaki lebih tinggi dalam pengaktualisasian diri. Jadilah suporter fanatik bagi orang lain, maka mereka akan berkembang melebihi apa yang anda bayangkan.

Kata-kata “Masakanmu enak”, “Kamu tampak cantik hari ini”, “Kamu hebat!” , “Terima kasih, anda telah melakukan dengan baik” memiliki dampak yang dahsyat dalam melejitkan semangat, prestasi, kemampuan, kinerja, daya juang dan karya-karya yang lebih besar. Biasakan memuji. Itu adalah vitamin yang memacu semangat hidup.

 Bangsri, 29 Januari 2017

Yohanes Prapto Basuki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar