Anda tidak bisa menendang perubahan. Ia seperti barisan nafas yang berkeliaran di rongga hidung kita. Selalu ada dan dibutuhkan. Proses alami sekaligus rohani. Berkat berbalut ketidaknyamanan. Lihatlah! Betapa gembiranya ibu ketika dokter mengatakan ia positif hamil. Ada sebuah perubahan. Menggembirakan karena sebentar lagi dapat momongan. Menyusahkan karena berbadan dua. Dalam perubahan itu selalu ada nuansa berkah dan susah.
Perubahan apapun bentuknya merupakan lompatan besar untuk kemajuan. Sekaligus tantangan yang memaksa kita keluar dari zona kenyamanan. Mana ada bayi yang terus memeluk kenyamanan rahim budanya? Mana ada anak yang terus meringkuk dalam gendongan orangtuanya? Mana ada remaja yang terus berasyik masyuk dengan mainan? Mereka keluar dari dunia yang pernah menyamankannya. Hal itu dipilih karena ada dunia baru yang lebih menantang dan mendewasakan.
Daripada menangisi perubahan, lebih baik kita melakukan perubahan penting untuk menangani perubahan yang ada. Kita merayakan setiap langkah kecil dalam melewati proses perubahan ini, dan belajar mensyukuri segala karunia yang Tuhan berikan.
Hadapilah perubahan dengan keberanian. Rangkullah rasa sepi. Nikmatilah rasa sakit dan pahit. Terimalah perubahan. Anda akan terbantu melihat diri dengan jernih melalui kehilangan, kesendirian dan kesepian. Anda tertolong memahami makna ketergantungan pada Tuhan di saat menghadapi keterhilangan atau kegagalan. Bahkan anda menyadari berharganya sahabat di saat kita tersayat. Rayakanlah perubahan hidupmu.
Bangsri, 5 Januari 2017
Yohanes Prapto Basuki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar