Yakobus 5:17
Yakobus sedang mengapungkan tiga keyakinan yang mengakar dalam keagamaan Yahudi.
1. Sakit dan penderitaan itu diakibatkan oleh dosa. Agar seseorang sembuh, dia harus mengakui dosa di hadapan Tuhan. Melalui kuasa pengakuan, orang sakit disembuhkan (Yakobus 5:15).
2. Agar efektif, pengakuan dosa dilakukan di hadapan Tuhan dan manusia. Pengakuan ini untuk mencabut dua penghalang yang merintangi hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama (Yakobus 5:16).
Dalam sejarah, kelompok Moravia dan Wesley mempraktekkan kebiasaan ini tiga kali seminggu. Jemaat mengakui dosa di hadapan Tuhan dan mereka saling mengaku dosa bagi kesembuhan dan pemulihan mereka.
Di zaman sekarang tradisi ini diteruskan lewat komunitas wanita bijak dan pria sejati.
3. Bila dibanding dengan dua hal di atas, kuasa doa memiliki pengaruh yang tidak terbatas (Yakobus 5:16-17). Rabi Yahudi berkata, "Pengakuan dapat mengubah sesuatu tetapi doa mengubah segalanya".
Ya, doa adalah saluran yang terhubung dengan kuasa Tuhan yang melalui-Nya kehidupan, anugerah dan kuasa-Nya dialirkan. Bukan hanya menyembuhkan sakit dan memulihkan hidup. Tangan doa menjangkau segala sesuatu. Mentransformasi segala sesuatu.
Elia berdoa dan alampun bekerjasama dengan doanya. Yabes berdoa agar diberikan kekayaan yang melimpah, dan Tuhan mewujudkan. Bunda Theresa berdoa dan dia menjangkau India bermodalkan uang tiga siling (waktu itu hanya bisa untuk membeli segelas es). Seorang hamba Tuhan sederhana dari Papua berdoa meminta pesawat capung untuk pelayanan dan Tuhan menjawabnya.
Sekarang Anda yang akan melengkapkan kisah doa. Saya percaya seandainya kisah doa-doa kita dibukukan, ribuan buku dapat dihasilkan. Masihkah meragukan kuasa doa? Untuk menjawab keraguan ini, nasihat saya sederhana. Berdoa. Berdoa. Berdoa. Dan anda akan membuktikan daya jangkau dan pengaruh doa itu NO LIMIT.
Bangsri, 6 Januari 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar